Sejumlah jurnalis di kota Malang menggalang aksi solidaritas atas kekerasan yang dilakukan aparat saat mengamankan unjuk rasa di kota Makassar. Pelaku kekerasan diminta diprogres secara hukum.

Para jurnalis ini turun ke jalan sebagai wujud solidaritas terhadap wartawan yang menjadi korban kekerasan aparat, dalam mengamankan aksi demo mahasiswa tolak kenaikan BBM di makassar, Kamis kemarin.

Dengan menutup mulut dan mengikat tangan, sebagai simbol pemaksaan pembungkaman mereka menggelar orasi di halaman balaikota Malang. Jurnalis Malang menuntut pelaku kekerasan terhadap jurnalis di Makassar di proses secara hukum.

Unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM yang terjadi. Di kampus Universitas negeri Makassar berbuntut pada kekerasan terhadap jurnalis yang meliput. Sejumlah Polisi mencoba menghalang-halangi wartawan yang sedang bertugas. Bahkan seorang jurnalis cetak, kamera dan memori cardnya diambil paksa Polisi.

Dalam bentrokan sebelumnya, Wakapolrestabes Makassar, AKBP Toto Liestianto, yang ikut mendampingi pasukannya, terkena anak panah dibagian pinggang kanan. Toto langsung dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: