Bismillahirrahmanirrahiim…
Sebagai mahluk, kita dilarang mengharap, meminta, dan ambisi terhadap suatu jabatan (kekuasaan), karena kekuasaan itu hak dan milik Allah. Maka beriman dan beramal soleh lah kita kepada Allah agar Allah menetapkan kita menjadi pemimpin dengan kekuasaan-Nya. Berlemah lembutlah engkau kepada mereka, bila engkau berhati keras kepada mereka, mereka akan menjauh dari kamu, maafkanlah kesalahan mereka dan bermusyawarahlah engkau dengan mereka, dan bila suatu keputusan itu telah ditetapkan, bertawakkal lah engkau kepada Allah. Dan Allah akan menolong orang-orang yang diberikan kedudukan di bumi (menjadi pemimpin bangsa) mendirikan sholat, menunaikan zakatnya, menyuruh manusia berbuat kebaikan dan melarang perbuatan mungkar. Dan kepada Allah kesudahan segala urusan. 

Inilah sebenarnya proses yang akan ditegakkan untuk mengangkat pemimpin Bangsa Indonesia mulai dari tingkat Ketua RT/RW hingga Presiden RI, bila proses Musyawarah untuk Mufakat Berjenjang Keatas secara berkesinambungan sebagai jatidiri bangsa digunakan untuk menetapkan seseorang menjadi Pemimpin Bangsa Indonesia.
Sementara proses demokrasi dengan penetapan jumlah suara (terbanyak) yang digunakan untuk mengangkat pemimpin bangsa sekarang sangat bertentangan dengan mekanisme proses tersebut di atas. Awal prosesnya sudah dipenuhi dengan orang-orang yang berharap, meminta, dan berambisi untuk satu jabatan (sebut Presiden RI) dengan selalu mengatakan, “Pilih saya, KALAU saya terpilih saya akan …., untuk memenangkannya pun harus dengan membayar agar dicoblos namanya dan juga harus dengan melakukan kecurangan. Tanpa harus beriman dan beramal soleh dari para capres-nya, mereka tetap akan dipilih untuk diangkat menjadi Presiden RI, karena telah dibuktikan dan terbukti bahwa mereka yang dusta, yang ingkar janji, dan yang pernah berkhianat atas amanah yang dibebankan dipundaknya pun bisa diangkat menjadi calon presiden yang akan diikutkan di dalam pemilu untuk dipilih menjadi Presiden RI. Dan dengan kekerasan dan saling menghina mereka menunjukkan bahwa mereka jauh lebih hebat dari lawan-lawan calon presiden lainnya. Terlebih-lebih, MEREKA melakukan kekerasan dan saling menghina ini pun sampai ke tataran para pendukungnya yang tidak tahu persis latar belakang dari calon presiden yang didukung. Betapa sudah semakin rusak etika dan moral Bangsa Indonesia ini. Ini akan berakhir dengan terjadinya disintegrasi bangsa yang akan dapat memutus kesinambungan NKRI. Seperti sekarang Bangsa Indonesia hidup pada tatanan sistem NKRI yang sudah menjadi ‘System Collapse’, tetapi semuanya diam dan tidak lagi mampu berfikir bahwa di depan telah terkuak lebar Pembubaran NKRI.Boleh jadi, mereka yang terlibat PILPRES ini adalah didominasi oleh orang-orang ambisius, yang tergila-gila dengan kekuasaan dan materi duniawi serta membenci agama.

Agus Salim Harimurti Kodri, KEPALA GARDUBESAR PEJUANG TANPA AKHIR (PETA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: