Bhineka Tunggal Ika~”Berbeda-Bersatu-Untuk terangkatnya harkat dan martabat hidup bangsa (Rakyat Indonesia)” merupakan filosofi Bangsa Indonesia dilahirkan. Telah melahirkan teori Ke-satu-an, yang saya sebut teori Sumpah Pemuda yang mengandung bangunan model kehidupan berbangsa dan bernegara dengan Bangsanya dilahirkan dulu, baru kemudian Negaranya dibentuk. Sehingga, secara strategi pembangunan dan pengembangannya Pancasila harus menjadi Dasarnya Indonesia Merdeka. Maknanya secara taktik, Pancasila harus digunakan sebagai Dasar Negara, bukan sebagai pilar. Akhirnya, metoda yang paling tepat untuk digunakan di dalam menyelesaikan permasalahan membangun kehidupan berbangsa dan bernegara Bangsa Indonesia adalah “Proses Musyawarah untuk Mufakat Berjenjang Keatas secara berkesinambungan,” bukan menggunakan proses demokrasi dengan penetapan jumlah suara terbanyak yang pasti akan menyesatkan kehidupan Bangsa Indonesia. Singkat kata, Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, dan Proses Musyawarah untuk Mufakat Berjenjang Keatas secara berkesinambungan adalah jatidiri bangsa. Disinilah seharusnya Bangsa Indonesia seharusnya hidup dan berkehidupan di dalam berbangsa dan bernegara. Aamiin.. ASHK, PETA.

(Agus Salim Harimurti Kodri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: