Barusan seorang kawan menelepon saya, “menceritakan kemuakannya lihat kondisi
sekarang.” Kemudian, mengajak saya membuat komunitas. Jawab saya, “Biarkan mereka datang dan pergi sesukanya. Gak perlu kita bikin komunitas.” Karena memang mereka bukan pejuang kalau tidak mau atau belum saatnya yang tepat dikatakan sebagai pengkhianat terhadap komitmen bersama. Dan kawan saya bersepakat.
Insya Allah akhirnya ruang bus kota akan mulai dibangun dan disediakan oleh kita.
Maksudnya, bus kota dulu itu naik lewat pintu depan, bayar, dan keluar lewat pintu belakang. Hal ini yang mau duduk di dalam akan duduk yang mau pergi dipersilahkan, tanpa dihambat. Gotong Royong mulai dibangun secara nyata, walaupun orang yg datang itu cuman numpang lewat di dalam ruangan bus kota yang kita bangun. Insya Allah, ini suatu pembelajaran, penyadaran, dan tindakan yang nyata sesama pejuang nantinya. Aamiin,.. ASHK, PETA.

(Agus Salim Harimurti Kodri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: