Saya ingatkan kembali pagi ini!
Bhineka Tunggal Ika itu “Berbeda, Bersatu, Untuk terangkatnya harkat dan martabat hidup Bangsa (Rakyat Indonesia). Inilah spirit bangunan kehidupan Kebangsaan Indonesian yang diformalkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 sebagai cermin sikap keberpihakan Bangsa Indonesia kepada yang satu.

Sikap ini diaktualisasikan sebagai bentuk untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia secara nyata dengan mendekatkan kebenaran relatif kepada kebenaran absolut sebagai proses ikhtiar.

Secara praxis-nya, dari bangunan Lumbung sebagai tempat bekumpulnya masyarakat untuk bermusyawarah di dalam menentukan hajat hidup Rakyat Indonesia 1-5 tahun atau lebih ke depan sebagai jaminan tegaknya Sila II, III, dan IV dikarenakan hasilnya selalu didekatkan kepada kebenaran hukum alam yang disebut sunatullah sebagai sikap keberpihakan kepada Tuhan Yang Maha Esa yaitu Tuhan yang tidak ada awal dan tidak ada akhir. Langkah dan kondisi yang dilaksanakan dan terjadi adalah bukan tindakan anarkis.

Berbeda dengan demokrasi. Karena definisi demokrasi yang sebenar-benarnya adalah tindakan anarkis secara sistemik. Jadi Spirit bangunan kehidupan Kebangsaan Indonesia yang diformalkan melalui Sumpah Pemuda sangat bertentang dengan demokrasi.

Hindarkan penggunaan kata “demokrasi Pancasila” karena penggunaan kata tersebut telah menyesatkan kehidupan Kebangsan Indonesia yang semakin jauh dari visi dan misi NKRI dibangun. Sehingga, etika dan moral bangsa semakin hancur dewasa ini. KITA TUNTUT MPR 2014-2019 UNTUK KEMBALI MEMBERLAKUKAN UUD 1945. Karena Pancasila telah ditetapkan kembali sebagai dasar negara melalui Amar Keputusan MK pada 3 April 2014. ASHK, PETA.

(Agus Salim Harimurti Kodri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: