Niat untuk mengejar pendidikan tinggi yang baik dan bermutu dari mayoritas orang-orang Bangsa Indonesia adalah hanya semata-mata untuk menjadikan dirinya hidup menjadi orang-orang yang kaya semakin kaya dan kaya di dalam kehidupan dirinya, keluarganya, dan klen-nya. Oleh karenanya, semakin tinggi pendidikan mayoritas orang-orang Bangsa Indonesia, maka semakin bersedia mereka hidup menjadi jongos, kacung dari kekuasaan dan penguasa dan pengusaha-pengusaha asing dan dalam negeri agar dirinya dapat hidup masuk ke dalam golongan orang-orang ‘the have’ di negeri ini. Sangat sedikit orang-orang Bangsa Indonesia dengan latar belakang pendidikan tinggi yang baik dan bermutu akan bersedia untuk membangun kehidupan bangsa dan negara Bangsa Indonesia. Apalagi orang-orang Bangsa Indonesia dengan latar belakang pendidikan tingginya dari kampus-kampus yang kurang baik dan kurang bermutu, mereka akan cenderung untuk menjadi pelayan-pelayannya jongos-jongosnya kacung-kacungnya penguasa-penguasa dan pengusaha-pengusaha baik asing maupun pribumi. Alias sedikit sekali yang berjuang untuk membangun kehidupan Kebangsaan Indonesia dan tatanan sistem NKRI yang lebih baik dan lebih benar. Makanya Indonesia selama tetap menggunakan metoda proses demokrasi dengan penetapan jumlah suara terbanyak untuk mengangkat pemimpin-pemimpin NKRI, selama itulah putra-putri terbaik Bangsa Indonesia yang memiliki pemahaman dan kemampuan untuk mengoperasionalkan kebenaran sejarah Bangsa Indonesia dengan baik dan benar akan dipunahkan secara sistemik. IRONIS DAN MIRIS ATAS REALITA INI! Wallahu’alam bishawab… ASHK, PETA.

(Agus Salim Harimurti Kodri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

anakgonggo distributor tiket online melayani pembelian dan pendaftaran tiket online MMBC. Reservasi 085624446464 Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: