Amandemen UUD 1945 yang dilakukan oleh MPR 1999-2004 telah merusak dan mengubah tatanan sistem NKRI, sehingga Pancasila yang seharusnya berdasarkan kebenaran sejarah Bangsa Indonesia berperan sebagai dasar negara yang menjadi landasan diletakkan bangunan Indonesia merdeka selama-lamanya telah diubah menjadi pilar. Sehingga, pola berfikir Bangsa Indonesia telah diubah menjadi pola berfikir bangsa-bangsa lain yang terbangun dari sejarah yang berbeda.

Sehingga, etika dan moral bangsa semakin bobrok yang menyebabkan terjadilah krisis penegakan hukum. Krisis sosial dan krisis politik yang telah menjadikan krisis keadilan yang melahirkan tuntutan daerah untuk menguasai sumberdaya yang strategis dan krisis kewibawaan Lembaga Negara semakin tajam yang berujung berkembangnya sentimen kedaerahan dalam bentuk suku dan agama.

Begitu juga krisis ekonomi telah menjadikan krisis moneter yang berkepanjangan terjadi bersamaan dengan terjadinya krisis keadilan dan krisis kewibawaan Lembaga Negara yang juga tidak kunjung selesai telah menyebabkan krisis kepemimpinan nasional. Inilah yang akan menyebabkan terjadinya proses disintegrasikan bangsa dikarenakan daerah berkehendak merdeka.

Kita harus kembali ke Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sebagai ‘propulsive thought of people power’ untuk membangun NKRI sebagai negara kebangsaan. Ini adalah pemikiran dan strategi operasional membangun kehidupan Kebangsaan Indonesia dan Tatanan Sistem NKRI kembali dengan cepat. Ini pemikiran, konsep, dan rancang bangun hasil pemikiran anak bangsa Orang Indonesia Asli (OIA) yg tidak nyontek PEMIKIRAN DAN KONSEP ASING seperti kebiasaan kaum blandis, kaum kompromis, dan kaum reformis bekerja. In syaa Allah…Aamiin. ASHK, PETA.

(Agus Salim Harimurti Kodri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

anakgonggo distributor tiket online melayani pembelian dan pendaftaran tiket online MMBC. Reservasi 085624446464 Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: