Rapat Pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilpres tingkat DKI Jakarta, digelar Sabtu malam di Hotel Borobudur, Jakarta. Rekapitulasi ini digelar setelah pelaksanaan pemungutan suara ulang di sejumlah TPS, yang diduga terjadi pelanggaran.
Sesuai peraturan KPU pusat, rekapitulasi suara tingkat provinsi Jakarta, seharusnya dilakukan pada delapan belas dan Sembilan belas Juli ini. Namun dengan adanya pemilihan suara ulang di tiga belas TPS, sehingga rekapitulasi ini hanya dilakukan satu hari saja.
www.internetsakti.com

Sebelum proses penghitungan dimulai, dua saksi dari masing-masing pasangan Capres memperdebatkan mengenai pemilihan ulang yang sudah berjalan. Para saksi dari Capres nomor urut satu, merasa rekapitulasi seharusnya ditunda hingga lima ratus pelanggaran yang mereka temukan, benar-benar terselesaikan. Menanggapi hal tersebut, ketua KPU memutuskan bahwa proses rekapitulasi tetap harus dilaksanakan

Proses penghitungan pemilihan ulang di tiga belas TPS tetap berjalan tanpa saksi dari pihak Prabowo-Hatta. Jokowi-JK unggul dikepulauan Seribu, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Rekapitulsi ini kemudian akan dilanjutkan pada rekapitulasi nasional yang akan diumumkan oleh KPU Pusat, pada 22 Juli esok.
Sementara itu, Mohammad Taufik, ketua Tim pemenangan Prabowo-Hatta untuk DKI Jakarta, menilai kecurangan pada Pemilu Presiden di DKI Jakarta sangat sistematis dan terstruktur. Adanya pemilih ilegal di beberapa TPS dan penggunaan KTP luar daerah tanpa keterangan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

anakgonggo distributor tiket online melayani pembelian dan pendaftaran tiket online MMBC. Reservasi 085624446464 Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: