Harga manusia per orang per hektar per kurun waktu pada kisaran tahun yang sama menimbulkan dampak yang berbeda! 

Harga manusia dari masyarakat Banten pada kisaran tahun 1864 adalah “Rp. 50/orang/ha/tahun,” sementara pada kisaran tahun yang sama harga manusia dari masyarakat Amerika wilayah bagian selatan adalah “Rp. 30/orang/ha/tahun.”

Dampak yang terjadi, untuk masyarakat Banten (sebut petani Lebak) adalah terjadinya pemberontakan petani Lebak kepada penguasa wilayah Lebak (sebut penguasa penjajahan Belanda). Pemberontakan ini terjadi sebagai akibat internal forces dari para elit masyarakatnya di dalam melakukan perlawanan atas penindasan dan penjajahan terhadap rakyatnya! 

Adapun yang terjadi di Amerika adalah perang saudara. Perang saudara antara Amerika wilayah bagian utara dengan Amerika wilayah bagian selatan. Perangnya sudah pada tingkatan kekuatan militer yang dimotori oleh Presiden Amerika Abraham Lincoln. Perang ini terjadi sebagai akibat dorongan external forces para elit masyarakat Amerika wilayah bagian utara, karena etika dan moral para elit masyarakat Amerika wilayah bagian selatan sudah bobrok, yaitu menyepakati berlangsungnya perbudakan sebagai bentuk penindasan dan penjajahan terhadap rakyat (manusia tepatnya) di wilayah Amerika bagian selatan. 


Tetapi, pada saat etika dan moral semua elit masyarakatnya bobrok, harga manusia yang berlaku di wilayah itu adalah Rp. 0 (nol)/orang/ha/tahun. Contohnya adalah apa yang terjadi di wilayah jazirah Arab, terakhir sebelum Muhammad saw dilahirkan. Sehingga, zamannya pun disebut zaman jahiliyah (zaman kebodohan). Maknanya zaman jahiliyah itu bukan berarti bahwa di wilayah itu tidak ada ahli agama dan keyakinan, tidak ada ahli sastra, tidak ada ahli irigasi, tidak ada ahli pengobatan dll, ahli-ahli itu ada tetapi etika dan moral manusianya, khususnya para elitnya, sudah hancur lebur.

Dalam kondisi kehidupan masyarakat yang harga manusianya sama dengan nol, maknanya etika dan moralnya hancur secara total, hanya Allah lah yang bisa menyelamatkan kehidupan di wilayah itu. Itulah yang terjadi di wilayah jazirah Arab waktu itu yang terjadi secara berulang-ulang!

Bagaimana dengan kondisi kehidupan masyarakat bangsa Indonesia sekarang? Ditunjukkan oleh data primer yang diambil dan dihitung dari wilayah desa dari daerah yang berdekatan dengan pusat kekuasaan RI bahwa harga manusia di desa itu telah mencapai Rp. 20/orang/ha/tahun (awal tahun 2014). Dari kondisi ini, yaitu tidak terjadi pemberontakan kepada penguasa dan tidak juga terjadi perang saudara menunjukkan bahwa etika dan moral mayoritas elit masyarakat bangsa Indonesia telah hancur dan bobrok. Inilah era penindasan 
yang dilakukan oleh bangsa sendiri yang dinyatakan oleh Bung Karno, Presiden RI pertama. 

Mengatasinya harus dengan perang, bukan dengan pemberontakan, atau bahkan hanya dengan demonstrasi. Perang yang harus terjadi adalah perang keyakinan yang nilainya di atas perang saudara (yang membela tegaknya suatu nilai) dan nilainya jauh di atas hanya sekedar pemberontakan atau bahkan hanya dengan demonstrasi.Makanya jadikan dan tanamkan lah Pancasila sebagai keyakinan standar Bangsa Indonesia di dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara! Disinilah para elit masyarakat Bangsa Indonesia yang masih sehat etika dan moralnya membutuhkan waktu yang panjang untuk membangun perang keyakinan ke depan! Hanya dengan PERANG KEYAKINAN lah 

bangsa Indonesia akan selamat! ASHK, PETA.

(Agus Salim Harimurti Kodri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: