Banyak predikat disandang yang kyai lah, yang pendeta lah, yang pastur lah, yang biksu lah, yang profesor lah, yang Jenderal lah, dan sederet titel lainnya pun disandang juga yang Ir, yang Dr, yang drs, yang SH dll telah menjadikan mereka “SEAKAN-AKAN” orang berilmu dan merasa bisa dan mampu membangun Indonesia. Cilakanya lagi mereka yang sekolah dari Amerika akan menjadikan Indonesia seperti Amerika; yang dari Inggris mau menjadikan Indonesia seperti Inggris; yang dari negara-negara lain seperti Jerman, Perancis, Belanda, Rusia, Jepang, Australia, negara-negara Timur Tengah dan Afrika dll mau menjadikan Indonesia seperti negara dan bangsa dari mana mereka berasal waktu sekolahnya di luar negeri. Begitu juga dengan yang tamat dari perguruan Tinggi di Indonesia yang notabene ilmunya pun nyontek dari negara-negara barat (asing).
Hal ini semakin menunjukkan bahwa mereka yang katanya orang-orang berilmu ini adalah tidak berilmu untuk membangun kehidupan Kebangsaan Indonesia dan Tatanan Sistem NKRI. Karena mereka tidak memahami dan tidak mampu mengoperasionalkan secara nyata Lintasan Kebenaran Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia. Akhirnya, keberadaan Bhineka Tunggal Ika, Sumpah Pemuda, Pancasila, Preambule UUD 1945 dengan Batang Tubuh UUD 1945 naskah asli dianggap sekedar jargon atau bahkan hanya sekedar cerita atau dongeng yang diceritakan kepada anak-anak kecil waktu menjelang tidur. Sehingga, perusakan dan pengubahan UUD 1945 yang mereka sebut UUD 1945 amandemen sebagai suatu kebenaran dan keniscayaan.
Inilah gambaran kehidupan Kebangsaan Indonesia dan Tatanan Sistem NKRI yang semakin rusak dan rusak. Kaum blandis, kaum kompromis, dan kaum reformis berpesta pora melampiaskan segala hawa nafsunya untuk keduniawaian semata melalui kekuasaan atas jabatan yang mereka pegang hasil dari penerapan metoda proses demokrasi dengan penetapan jumlah suara terbanyak yang sesat dan menyesatkan kehidupan Kebangsaan Indonesia dan tatanan sistem NKRI.
Indonesia ke depan akan semakin hidup tanpa harkat dan martabat hidup dan kedaulatan! HARUSKAH KITA DIAM TANPA TINDAKAN APAPUN, MALAH MELEGITIMASI DAN IKUT TERLIBAT DI DALAM PERUSAKAN DEMI PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP KITA BANGSA INDONESIA DALAM BANGUNAN TATANAN SISTEM NKRI YANG SEMAKIN DIBUMI HANGUSKAN? ASHK, PETA.
(Agus Salim Harimurti Kodri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

anakgonggo distributor tiket online melayani pembelian dan pendaftaran tiket online MMBC. Reservasi 085624446464 Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: