Sudah semakin tampak jelas kebobrokan pemilu sebagai sarana mengangkat pemimpin, khususnya Presiden RI, oleh KPU dengan menggunakan metoda proses demokrasi denganpenetapan jumlah suara terbanyak untuk memilih pemimpin yang terlebih dahulu telah dipilih, diangkat, dan ditetapkan oleh partai-partai politik sebagai calon-calon pemimpin yang tidak memiliki penilaian dasar karya nyata untuk Bangsa Indonesia dan NKRI.
Oleh karena itu, gunakanlah metoda proses Musyawarah untuk Mufakat Berjenjang Keatas,sebagai Jatidiri bangsa, untuk mengangkat para pemimpin secara berkesinambungan dengan dasar pengabdiannya sebagai pemimpin per 5 tahun untuk setiap level kepemimpinan yang dicatat dalam buku rapor prestasi kerja dan karya nyata kepemimpinannya yang akan digunakan sebagai bahan dasar untuk proses musyawarah mufakat berjalandengan benar dan baik, mulai dari Ketua RT yang dimusyawarahkan untuk dimufakati oleh Kepala Keluarga hingga Presiden RI yang diangkat berdasarkan proses Musyawarah untuk Mufakat para anggota MPR. ASHK, PETA.

(Agus Salim Harimurti Kodri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: