UUD 45 naskah asli yang telah dirusak, diubah, dan disahkan oleh MPR-RI 1999-2004 pada tahun 2002 (makanya sebut UUD 2002, bukan UUD 1945 lagi) adalah sebagai bentuk penghancuran secara nyata Tatanan Sistem mula NKRI dan pengkhianatan terhadap Kebenaran Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia.
UUD 2002 secara sistem kerangkanya total berbeda dengan UUD 45 naskah asli!
Begitu UUD 2002 dipergunakan sebagai dasar legitimasi untuk mengangkat pemimpin di negeri ini sejak tahun 2004, pemimpin yang diangkat memiliki karakter pembohong (yang teringan), pengingkar, dan pengkhianat (yang terberat). Presiden SBY sebagai Presiden RI pertama yang diangkat menggunakan dasar legitimasi UUD 2002 sudah dinyatakan sebagai pembohong secara terbuka oleh para tokoh-tokoh agama dan kemudian pemerintahan Presiden SBY dinyatakan sebagai Pemerintahan ‘Auto-Pilot’ oleh para pengamat dan politikus lawan-lawan politiknya. Jadi, Presiden SBY meningkat dari pembohong menjadi pengingkar dengan pemerintahannya disebut sebagai pemerintahan auto-pilot. Tetapi, semoga Presiden SBY dengan pemerintahannya belum dikatakan sebagai pengkhianat.
Terus bagaimana dengan Presiden RI 2014-2019 dan Presiden-Presiden RI ke depan dengan pemerintahannya? Apakah juga akan mengalami sebutan sebagai Presiden pembohong, pengingkar atau bahkan sampai ke tingkat pengkhianat?

KITA SAKSIKAN BAHWA SISTEM KONSTITUSI NEGARA RI PRODUK PENGKIANATAN TERHADAP KEBENARAN PERJALANAN SEJARAH BANGSA INDONESIA (sebut UUD 2002, bukan UUD 1945) AKAN MENGHASILKAN PEMIMPIN PEMBOHONG, PENGINGKAR, DAN BAHKAN PENGKHIANAT! ASHK, PETA.

(Agus Salim Harimurti Kodri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: